Di sebuah pojok warung di desa liya mawi (dibaca mavi) duduklah 2 orang pemuda kampung yang dianggap atau merasa sebagai tokoh pemuda desa sebutlah saja namanya La woleke dan La kaluku. "He Kaluku,apa yang ko' baca kah ?, dari tadi sa liat ko' serius sekali " tanya La woleke. " ini woleke, saya sedang membaca di koran Kendari Pos mengenai E-Commerce" sahut La kaluku dengan lagak sok serius.
Perlu para pembaca ketahui, 2 orang pemuda ini cukup terpelajar di kampungnya. La woleke adalah mahasiswa semester 4 Jurusan SosPol Universitas Haluoleo Kendari sedangkan La kaluku adalah mahasiswa semester 2 Jurusan Teknik Perkapalan ITS (arek Suroboyo cuk!!).
Jika La woleke pemuda yang asli lahir & besar di Liya maka sebaliknya La kaluku adalah pemuda yang lahir & besar di Surabaya. Namun sejak ayahnya pensiun dari PT.PAL Surabaya mereka sekeluarga pindah ke Kendari. Di kota inilah La kaluku bertemu & berkenalan dengan La woleke, kebetulan ayah & ibu La kaluku berasal dari Liya yang juga tempat asal La woleke sehingga mereka segera akrab.
Tiap liburan semester, La kaluku pasti pulang ke Liya untuk menemui kakek & neneknya di kampung,"suntuk di kota bu, ananda lebih senang tinggal bersama kakek & nenek sembari menghilangkan stres," jelas La kaluku.
Nama asli mereka sebenarnya cukup keren, La kaluku aslinya bernama La Ode M Rizal Pahlevi sedangkan La woleke aslinya bernama Shahruk Amir (maklum ibunya hobi banget nonton film India terutama yang diperankan oleh Shahruk khan & Amir khan..he..he..he).
Tapi kok nama mereka bisa berubah menjadi La woleke & La kaluku yang berarti "Si Tikus & Si Kelapa" dalam bahasa wanci ??. Usut punya usut ternyata hal itu sudah menjadi tradisi di desa tersebut sebagai tanda panggilan sayang buat anak ( ???!!).
Ya sudahlah setiap daerah punya tradisi uniknya masing - masing, sekarang ada baiknya kita kembali ke Laptop eh maksud saya ke percakapan mereka yang sedang hangat - hangatnya. " Jadi begini, pada intinya E-Commerce itu adalah aktivitas bisnis secara on line atau menggunakan internet sebagai sarana utamanya ", jelas La kaluku. " Keuntungannya banyak diantaranya, jangkauannya lebih luas dimanapun ada jaringan internet pasti akan ada calon - calon pembeli potensial, selanjutnya kamu gak perlu repot - repot nungguin dagangan kamu belum lagi modal yang dikeluarkan juga lebih kecil tapi keuntungannya bisa maksimal bos ha..ha..ha..ha ",La kaluku tertawa girang sambil tangannya "blusukan" mengambil gorengan pisang milik La woleke.
"Enak sekali di' tanganmu ", sahut La woleke sambil tangannya mengemplang tangan La kaluku yang sedang bergerilya. " Jadi maksudmu kalo sa' mau jual apa - apa ku tidak perlu mi lagi jual di pasar ? lewat laptop saja bisa mi ? ", tanya La woleke. " Yah seperti itulah kawan, asalkan kamu bisa meyakinkan pembeli akan lebih mudah jika berjualan lewat internet.
"Nah itu 'mi masalahnya teman, " potong La woleke dengan sigap, " bagaimana itu orang bisa yakin sama kita sedangkan mereka tidak kenal dengan kita, saya sendiri pasti ragu - ragu juga to' kalo mau belanja on line jangan sampe sa' tertipu ". " Makanya bro, bangun kredibilitas, banyak caranya kok misalnya nih ; coba tawari ke teman - teman Fb mu terus usahakan setiap transaksi harus ada laporannya yang transparan misalnya kirimnya pakai apa, no resi pengirimannya kemudian ajak mereka untuk ikut komen di Fb jika barang mereka sudah tiba, dan masih banyak lagi cara kreatif lainnya.
" Iyo di'.." La woleke manggut - manggut sambil merenung..."makanya bro..Fb itu dimanfaat untuk hal - hal yang positif, jangan cuma buat chat sama janda - janda kesepian saja, bisa kena kasus kamu nanti macam anaknya aktor senior itu lho he..he..he..", La woleke cuma bisa mesem - mesem kena sindir, memang ni anak agak - agak Oedipus complex gitu, senangnya sama wanita - wanita yang lebih dewasa.
" Kaya'nya langsung timbul ide bagusku ini ",kata La woleke sambil tersenyum lebar. "Ide bagus kaya mana maksudmu ?" sahut La kaluku dengan tampang curiga. Bisa dimaklumi mengapa La kaluku begitu paranoid dengan ide "bagus" La woleke. Terakhir kali La woleke ngomong ide "bagus" mereka harus lari tunggang langgang dikejar - kejar para peronda dari kampung Mandati akibat ketahuan ngintip janda kembang yang sedang mandi. "Semoga aja kali ini benar - benar ide bagus ya Allah ",batin La kaluku "...bisa jatuh harga diriku kalo diajak ngintip janda kembang itu lagi, meskipun bodynya memang aduhai.." Keplak!!, "Astaghfirullah," La kaluku menabok jidatnya sendiri sambil istighfar. " Cepat katakan ide bagus apa yang ada diotakmu ", sambung La kaluku dengan tidak sabar. " He..he..he sa mo jual saja La ndoke, kambing kesayanganku itu...bisa - bisa laku Rp.20 Juta di' , bagaimana ?".
" Apa ? kambingmu yang tampangnya mirip monyet ketabrak itu mau dijual..ha..ha..ha..ha memangnya bisa laku ?" sahut La kaluku sambil berusaha menahan tawa. " Biar jelek begini kambingku tapi pejantan tangguh kaluku, ko liat mi itu peternakan kambingnya bapakku na dia sendiri ji pejantannya ", kata La woleke tidak mau kalah.
" Ya sudahlah aku mau pulang, lapar, silahkan saja lanjutkan mimpimu semoga sukses hi..hi..hi..hi ", La kaluku langsung berdiri & melangkah keluar warung....ditinggalkannya sahabat baiknya yang sedang tersenyum - senyum & menghayal menjadi pengusaha On line yang sukses
Tidak ada komentar:
Posting Komentar